stats online

Pahami Karakter Pleci Anda Agar JOS di Lapangan

advertisement
GB. Burung Pleci Gacor Pleci dan pleci lagi, nampaknya penghobi kicau mania khususnya pleci mania masih ramai membicarakan tentang burung yang mungil dengan suara yang merdu itu, yaa tiada lain dan tidak bukan yaitu burung Pleci. Buktinya di kota – kota besar setiap tempat atau arena kontes masih banyak orang yang ngegantang burung pleci. Bahkan ada jadwal khusus untuk burung pleci dan banyak kelas – kelasnya. Terbukti bahwa burung yang habitat aslinya berkoloni ini masih ramai di dunia kicau mania.

Saking ramainya dengan burung pleci, para pleci mania berlomba-lomba untuk menampilkan burung jagoannya, tapi tak sedikit pula yang belum puas dengan penampilan plecinya saat di gantang. Tapi yang namanya udah hobi, biar kata kondangan terus (belum juara) semangat untuk merawat tak kenal lelah.

Nah, untuk Anda yang masih bingung dan belum bisa mencetak pleci juara, mungkin artikel tentang pleci ini bisa di jadikan motivasi dan bermanfaat untuk Anda khususnya pleci mania, maka dari itu baca terus sampai selesai. Cekidot!!

“ Pahami, Teliti Karakter dan Kondisi Burung Pleci Anda “



Berbagai jenis Pleci dari mulai Dakun Macok, Dakun Maput, Dakun Bali, Dakun Muria dan dakun – dakun lainnya mempunyai karakter yang berbeda. Nah, dari sinilah mental kita di uji, apakah kita akan bisa merawat burung tersebut dan memahami karakternya?? Jawaban dari semua itu ada di diri Anda sendiri, kesabaran dan perawatan yang konsistenlah yang membuat burung jagoan Anda bisa JOS di lapangan.

“ Tidak semua burung pleci jantan yang kita pilih dalam ombyokan bisa menjadi burung yang sesuai harapan kita ”

Pertanyaannya, mengapa bisa demikian???

Untuk kita ketahui, secara strata, burung Pleci jantan terdiri dari 2 strata :

1. Burung jantan dominan
2. Burung jantan subordinat

Dari semua jenis/endemik, burung pleci memiliki kesamaan dimana hanya burung jantan yang bisa menghasilkan ocehan merdu bervariasi. Burung pleci betina tetap bisa bersuara (Call) dan ngricik (ngriwik dengan irama/nada tidak jelas).

Seperti yang di kutip dari beberapa situs kicau mania terpercaya telah di sampaikan juga bahwa di habitat aslinya, burung pleci (pengicau jantan) memiliki status sosial tersendiri. Mereka hidup berkoloni dengan jumlah anggota 10-30 ekor-an. Setiap kelompok memiliki seekor pemimpin, yang disini saya sebut sebagai JANTAN DOMINAN (sering distilahkan sebagai raja koloni). Anggota koloni lain terdiri dari beberapa burung jantan yang bukan pemimpin disini saya sebut sebagai JANTAN SUBORDINAT. Jadi setiap kelompok/koloni dari pleci terdiri atas seekor jantan dominan, serta beberapa jantan subordinat dan beberapa betina. 

Jantan dominan punya kicauan paling merdu, panjang variatif, yang tidak dimiliki anggota kelompoknya. Jenis kicauan yang dimiliki jantan dominan ini sering disebut sebagai “nyanyian tunggal”. Sedangkan jantan subordinat tetap bisa bernyanyi, meski sangat standar (irama pendek-pendek) dan dinyanyikan bersahutan (menyahuti suara pemimpin koloni).

Ketika kita mendapatkan burung jantan hasil tangkapan, ada kalanya burung ini sudah memiliki kicauan yang baik. Bisa jadi, di habitatnya, burung tersebut merupakan jantan dominan. Terkadang pula kita memperoleh burung jantan hasil tangkapan yang suaranya belum jadi. Bisa jadi pula, burung tersebut hanya menjadi jantan subordinat di habitatnya, atau setidaknya masih bakalan.

Di habitat asli, selama masih berada dalam koloni yang sama, burung jantan subordinat tidak akan pernah menjadi burung jantan dominan, kecuali jika sang pemimpin mati.

Hal ini tentu berbeda dari burung berkicau yang dipelihara manusia, karena sudah tidak murni hidup berkelompok, maka tak ada lagi status sosial seperti jantan-dominan dan jantan-subordinat, semuanya boleh berkicau dengan PENGECUALIAN. Bahkan ketika berada di lingkungan di mana banyak burung jantan sejenis, misalnya di arena lomba, mereka seperti berebut ingin jadi pemimpin alias jantan-dominan. Nah, burung yang terlatih dan bermental paling kuat itulah yang akan berjaya di arena lomba, seolah-olah tampil sebagai jantan-dominan.

MENGAPA BISA DEMIKIAN ??

Kita ketahui bersama, bahwa seekor burung pleci bisa menampilkan performa sebagai burung dominan BILA KADAR HORMON TESTOSTERON yang ada di tubuhnya meningkat sebagai akibat pemberian EF, penjemuran, POLA RAWATAN YANG SESUAI dengan yang burung pleci tersebut butuhkan (pola rawat/asupan pakan ini yang disebut setting).

Lantas, mengapa dalam koloni pleci di rumah kita tercipta burung jantan-subordinat (yang tidak dominan bernyanyi dalam koloni pada burung yang kita pelihara) sehingga mereka hanya biasa sekadar ngriwik, tidak pernah gacor??? Hal tersebut TERJADI KARENA kadar testoteron dalam tubuhnya kurang sebagai akibat pemberian EF, penjemuran, POLA RAWATAN YANG KURANG KONSISTEN, bahkan tidak sesuai dengan yang burung pleci tersebut butuhkan, lalu pada sisi lain, dapat terjadi pula mental si burung tersebut tertekan oleh burung lain atau berada lingkungan yang tidak ramah.

Jadi inti dari pembahasan di atas itu adalah, semua burung pleci bisa menampilkan peforma yang maximal jiga kita bisa memahami karakternya dan di barengi dengan pola rawatan yang baik dan konsisten setiap harinya. Mungkin hanya itu saja yang bisa saya bagikan tentang Cara Memahami Karakter Burung Pleci Agar Tampil JOS. Semoga artikel ini bisa memberikan pencerahan dan ide-ide baru untuk memilih dan merawat plecinya, agar kedepannya bisa tambah JOS lagi.

" Salam Koloni, Salam Ngalas Tanpa Batas "

Semoga bermanfaat!!
advertisement

Bagikan ke

1 Responses to "Pahami Karakter Pleci Anda Agar JOS di Lapangan"

  1. mohon maaf saya mau tanya ayam yg di ungah itu beneran ada tau g

    BalasHapus

*** No Live Link, No Spam!! ***

Copyright © 2013 - 2016 | Gubug Berita || Contact Me
Privacy Policy | Disclaimer | DMCA | FeedBurner
Back to Top